Penyebab Kita Ikut Menguap Saat Melihat Orang Lain Menguap

Pernahkah saat Anda sedang berkumpul bersama teman, tiba-tiba salah satu teman Anda menguap, dan Anda ikut menguap juga? mengapa bisa begitu yaa? Berikut Penyebab Kita Ikut Menguap Saat Melihat Orang Lain Menguap

Selamat datang di salah satu situs Alfian Herbal yang merupakan pusat penjualan obat herbal online terbesar dan terpercaya yang menyediakan barang 100% asli bukan barang tiruan, karena kami merupakan agen resmi Green World Global. Kami melayani pelanggan dengan sistem “Barang Sampai Baru Bayar“.

Penyebab Kita Ikut Menguap Saat Melihat Orang Lain Menguap

Penyebab Kita Ikut Menguap Saat Melihat Orang Lain Menguap

Penyebab Kita Ikut Menguap Saat Melihat Orang Lain Menguap — Salah satu Gerakan alami tubuh manusia adalah menguap. Menguap biasanya terjadi saat seseorang mengantuk. Fungsi menguap adalah untuk Meningkatkan suplay oksigen. Alasan mengapa kita menguap adalah untuk membawa lebih banyak oksigen ke dalam tubuh. Saat kita menguap, maka paru-paru akan terisi oksigen dari luar sekaligus membuang penumpukan karbondioksida. Hal ini mungkin menjelaskan kenapa kita lebih sering menguap saat kita berada dengan banyak orang di tempat tertutup, karena hal tersebut akan membuat karbondioksida lebih banyak sehingga tubuh lebih banyak membutuhkan oksigen.

Meski sering dianggap sebagai penanda rasa kantuk, menguap sebenarnya didesain untuk menjaga kita tetap terjaga, kata beberapa penelitian seperti dilansir BBC dalam sebuah penelitian yang dilaporkan pada tahun 2007 lalu.

Penelitian terbaru menunjukan bahwa, lebih dari sekadar penanda waktunya tidur, alasan menguap adalah untuk mendinginkan otak, sehingga ia bekerja lebih efisien dan menjaga anda tetap terbangun. Namun, berbagai teori ini masih menyisakan banyak pertanyaan tentang kebiasaan manusia perihal menguap dan salah satunya adalah mengapa orang cenderung ikut menguap ketika melihat orang lain menguap, atau bahkan ikut menguap saat sedang membaca tentang menguap atau memikirkan tentang menguap.

Menguap bukan berarti mengantuk

Sedikit pencerahan dari ilmuwan asal University of Albany di New York, Dr. Gordon Gallup, yang melakukan penelitian tentang menguap ini. Ikut-ikutan menguap bukan berarti kita “tertular” rasa kantuk orang lain.

Kami pikir menularnya menguap ini dipicu oleh mekanisme empati pada manusia, yang fungsinya menjaga kewaspadaan otak,” ujar Dr. Gordon, yang memimpin para peneliti di universitas tersebut.

Dalam penelitian lainnya dilaporkan bahwa menguap merupakan salah satu kebiasaan yang memiliki kemampuan “menggiring” secara tidak sadar, sama seperti ketika burung terbang dan mengepakkan sayapnya secara bersama-sama.

Teori lain berhipotesis bahwa jika seseorang menguap karena “tertular” orang lain, ini bisa membantu seseorang mengkomunikasikan tingkat kewaspadaan mereka sekaligus mengkoordinasikan waktu tidur. Pada dasarnya, jika salah seorang memutuskan untuk tidur, mereka akan mengatakannya kepada orang lain dengan menguap, dan akan dibalas dengan menguap juga sebagai sinyal bahwa mereka setuju.

Penyebab menguap menular

Selama ini kita percaya bahwa orang yang mudah tertular menguap adalah orang yang memiliki empati tinggi. Namun peneliti membantah hal tersebut. Mereka berkeyakinan bahwa orang yang tertular saat melihat orang lain menguap sebenarnya memiliki gelombang emosi yang sama dengan orang tersebut.

Peneliti mendokumentasikan dengan baik ketika seseorang merespon dengan cara melihat, mendengar, atau memikirkan tentang orang yang menguap. Menguap yang seperti ini sangat berbeda dengan yang spontan akibat terlalu lelah atau bosan. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa menguap yang menular tak berkaitan dengan empati, rasa lelah, energi, dan kecenderungannya menurun dengan bertambahnya usia.

Hasil ini didapatkan peneliti setelah mereka mengamati 328 orang sehat yang menguap ketika melihat video orang menguap berdurasi tiga menit. Beberapa partisipan diketahui lebih mudah tertular dan ikut menguap dibandingkan dengan partisipan lainnya, seperti dilansir oleh Health Day News.

Peneliti menemukan bahwa usia adalah salah satu faktor yang mempengaruhi kecenderungan seseorang untuk tertular menguap atau tidak. Orang yang lebih tua biasanya lebih sulit untuk tertular ketika melihat orang menguap. Namun usia hanya mempengaruhi sekitar delapan persen kecenderungan orang untuk menguap.

Penelitian ini mengungkap bahwa menguap yang menular sama sekali tak berkaitan dengan empati,” ungkap Elizabeth Cirulli dari Duke University School of Medicine.

Peneliti juga menemukan bahwa orang yang memiliki autisme dan schizophrenia memiliki kemungkinan yang sangat kecil untuk tertular ketika melihat orang menguap. Sejauh ini mereka mengetahui bahwa menguap berkaitan dengan gelombang emosi yang setara dengan orang lain serta dipengaruhi oleh faktor usia.

Demikian penjelasan mengenai Penyebab Kita Ikut Menguap Saat Melihat Orang Lain Menguap. Semoga informasi diatas bisa menambah wawasan kita semua dan terima kasih telah berkunjung.

Terus kunjungi situs https://carapemesananprocleansingtea.wordpress.com untuk mengetahui informasi seputar kesehatan lainnya.

Penyebab Kita Ikut Menguap Saat Melihat Orang Lain Menguap

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s